Ceper | Senkom Klaten. Angin puting beliung menerjang Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Senin 24 Februari sekitar pukul 15.30 WIB. Bencana alam ini mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat hingga ringan, meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan laporan sementara, sekitar 35 rumah terdampak, dengan 15 di antaranya mengalami kerusakan parah seperti atap terbang, dinding roboh, dan pepohonan tumbang yang menimpa sejumlah bangunan. Selain rumah penduduk, angin kencang tersebut juga merusak fasilitas umum, termasuk sebagian atap SD Negeri Jambu Kulon dan balai desa. Listrik di wilayah tersebut sempat padam akibat jaringan kabel yang putus.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, TNI, Polri, relawan, Senkom SAR, serta pemerintah desa langsung bergerak cepat mengevakuasi warga dan mendirikan posko darurat. Warga yang rumahnya rusak parah dievakuasi ke balai desa dan rumah kerabat. Bantuan darurat seperti tenda, selimut, makanan instan, dan air bersih telah disalurkan.
Wakil Ketua SENKOM Mitra Polri Kabupaten Klaten, Poniman M. Rosyied,menurunkan puluhan anggotanya dan memimpin secara langsung dalam membantu evakuasi ke warga masyarakat yang terdampak.
SENKOM SAR dalam situasi seperti ini adalah bentuk nyata dari kepedulian dan jiwa sosial kami. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat seperti ini,”ujar Poniman M. Rosyied di lokasi.
Kepala Desa Jambu Kulon, Sutarno, mengapresiasi respons cepat warga dan pihak berwenang. "Kami berfokus pada keselamatan warga dan pemulihan kondisi. Solidaritas antarwarga sangat tinggi, banyak yang saling membantu membersihkan puing," ujarnya.
Sementara itu, Camat Ceper, dalam keterangannya, menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang ikut membantu dalam penanganan bencana ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bergerak cepat dalam membantu warga terdampak. Sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat sangat penting dalam situasi seperti ini,” ujarnya.
Hingga saat ini, proses pendataan dan penyaluran bantuan masih terus berlangsung. Tim gabungan akan tetap siaga untuk memastikan kondisi warga dan melakukan pemulihan pascabencana secepatnya. (Ryo)
Posting Komentar